Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Mobi Ë 132 pages Æ Johnscyclingdiary

Kindle × Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi à Seno Gumira Ajidarma

Seorang primadona yang memiliki suara emas sampai sampai para pria sekampung baik tua maupun muda tergoda oleh alunan merdu suaranya saat menyanyi di kamar mandiTentu saja aksi itu menuai protes para perempuan kampung hingga ketua RT terpaksa mengeluarkan peraturan baru DILARANG MENYANYI DIKAMAR MANDIDaftar Isi 1 “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” 2005 ditulis pertama kali sebagai skenario untuk film televisi tahun 2001 belum pernah difilmkan; dituliskan kembali sebagai prosa pada November Bagaimana caranya menertibkan imajinasi?Buku ini mau tidak mau harus dianggap sebagai satu dari sekian masterpiece Seno Gumira Ajidarma Bukan karena muatan isinya ataupun permainan antara fiksi dan fakta seperti di Trilogi Insiden Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi adalah sebuah kumpulan cerita pendek ringan nan menghibur Menurut catatan pembuka penulisnya ia mendapatkan inspirasi dari judul sebuah komposisi musik berjudul 'Jangan Bertepuk dalam Toilet' karya Franki Raden dekade 80 an Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi diterbitkan kembali sebagai Edisi Kedua artinya terdapat perubahan dan tambahan yaitu sebuah prosa berjudul sama yang berasal dari skenario film televisi berjudul sama pula Dalam buku ini pembaca disuguhi dua cerita Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Pertama prosa yang selesai tahun 2005 Kedua cerita asli dari tahun 1990 pada penerbitan pertamanya Ceritanya masih sama Tentang Sophie yang senang bernyanyi di kamar mandi dan membuat geger sebuah perkampungan di Jakarta Tentu saja tidak ada yang salah dengan Sophie ketika ia memutuskan untuk indekost di kampung itu Namun justru imajinasi pada Bapak bapak penghuni kampung ditambah kekhawatiran tidak beralasan dari para istri mereka membuat cerita ini semakin asyik diikuti Konteks kehidupan sehari hari di gang yang kumuh dengan segenap problematika khas kaum pinggiran Jakarta jadi bumbu yang menarik sebagai pelengkap ceritaLebih jauh buku ini juga mengajarkan pembaca tentang keabsahan sebuah kebenaran Suatu hal bisa dianggap sebagai kebenaran bila diakui oleh banyak orang Artinya sesuatu hal yang belum tentu benar bisa menjadi sebuah kebenaran tak terbantahkan hanya bila sudah jadi kehendak umum bukan melalui hipotesis yang teruji Kebenaran para istri yang merasa suaminya semakin dingin setelah kedatangan Sophie yang sering menyanyi di kamar mandi itu kemudian menjadi sebuah pembenaran untuk 'pengusiran' Sophie Realitas seperti inilah yang justru akhir akhir ini sering kita alami Betapa nasib kita seringkali ditentukan oleh orang banyak tanpa alasan yang masuk akal Kalau menyanyi di kamar mandi saja yang notabene ruang privat kita sudah dilarang lalu bagaimana dengan hak hak kita yang lain? Perlukah juga dibatasi oleh sebuah kehendak umum?Cerpen lain yang dimuat dalam buku ini masih tergolong dalam cerita yang ringan dan kadang absurd Tentang seorang kakek yang duduk di tepi sungai bersama cucunya tentang Sukab yang dipipinya ada jejak bibir yang merah basah cerita satir soal urusan hari seperti dimuat dalam 'Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh' Absurditas Seno nampak dalam cerpen 'Kriiiiiiiinngngngng' 'Lambada' Guru Sufi Lewat' dan 'Segi Tiga Emas' yang lebih terlihat sebagai cerita pewayangan Cerpen yang justru agak realis adalah 'Duduk di Depan Jendela' 'Midnight Express' dan ' Seorang Wanita di Sebuah Loteng'

Text Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi2005 dipublikasikan pertama kali dalam buku Dilarang menyanyi di Kamar Mandi Edisi Kedua ini2 “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” 1991 harian Suara Pembaruan 1991 sebagai Kamar Mandi Dimuat kembali dalam Lembaran Mastera sisipan Horison Dewan Sastera Malaysia dan Bahana Brunei Darussalam untuk Majlis Sastera Asia Tenggara dokumentasi dari Horison No2Januari 20003 “Duduk di Tepi Sungai” harian Kompas 4 September 19884 “Bibir yang Merah Basah dan Setengah Terbuka” harian Kompas 25 Ju Ketika mandi sambil gosok gosok badan pakai sabun ditambah ngunyel nguyel rambut pakai sampo tentunya sangat asik kalau disambi menyanyikan sebuah lagu tak peduli apakah suaranya jelek kaya tikus nying nying atau semerdu penyanyi penyanyi di atas panggung Broadway Menyanyi di kamar mandi mempunyai kenikmatan tersendiri sebab kau bisa menyanyi lagu apa pun dan kalau kau cukup kreatif dan punya imajinasi yang tingi maka kau bisa berpura pura menjadikan sikat WC menjadi mik dan gemericik air keran ialah suara gemuruh ribuan penonton Masuklah ke dunia impian tanpa batas ketika dinding dinding kamar mandi menjadi hilang dan kau serasa di atas panggung yang megah Kau menyanyi sedemikian khidmat meliuk liuk geol kanan geol kiri dan lupa belaka kalau sebenarnya sedang mandi telanjang bulat pula Begitulah sensasi menyanyi di kamar mandi Semua orang pernah melakukannyaTak terkecuali Sophie Ia gemar menyanyi di kamar mandi Seharusnya hal itu tidak menjadi masalah besar seandainya tidak ada bapak bapak mesum penghuni kompleks tempat ia mengontrak Bapak bapak itu sering mencuri dengar nyanyian Sophie ketika ia mandi Hal itu juga sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah seandainya istri istri bapak bapak mesum tersebut tidak meradang lantas lapor ketua RT minta agar Sophie diusir Ketua RT jadi lumayan bingung Apakah ia harus menuruti permintaan ibu ibu pencemburu itu atau sebaliknya?Carilah jawabannya dalam cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi yang ada dalam buku kumpulan cerpen dengan judul yang sama karangan Seno Gumira Ajidarma Ada dua pelajaran yang bisa saya tangkap setelah membaca cerita ini yaitu pertama bahwasanya pornografi itu tidak berhubungan dengan panca indra melainkan dengan otak Kalau ditanggapi dengan biasa saja denger orang mendesah Oh Yes Oh No tidak akan jadi horny Tapi kalau sudah mesum kambing tetangga lagi berjemur pun langsung main tindih aja pastinyaPelajaran yang kedua ialah seorang istri harus bisa menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bahenol dan seksi sehingga suaminya tidak gampang tergoda kambing tetanggaCerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi merupakan cerita terpanjang yang ada di dalam buku dan ada dua versi pula Versi pertama merupakan adaptasi dari naskah film sedang yang kedua dalam bentuk cerpen sebagaimana biasaKemudian ada pula cerpen cerpen lainnya yang tidak kalah ajaibnya sebagai sebuah cerita yang kaya akan pesan pesan dan kritik sosial dan tak lupa; cinta Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh misalnya bercerita tentang seorang laki laki yang cinta mati kepada seorang pelacur dan ingin menjadikannya seorang istri Atau cerita Duduk Di Depan Jendela kisah tentang seorang perempuan yang terkenang masa lalunya ketika sedang duduk di depan jendela Saya harus menunggu sampai ending untuk kemudian mengetahui betapa dahsyatnya kisah cinta ini meski tidak dituliskan dengan gamblang Saya harus menebak nebak sendiri Itu juga kalau tebakan saya betul DSegitiga Emas ialah sebuah kisah tentang pagelaran wayang yang ternyata berubah menjadi bencana Sebuah kritik sosial yang disampaikan dengan gaya surealis dan cenderung tidak masuk akalDan masih banyak lagi cerpen cerpen yang layak untuk dibacaPada akhirnya buku Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi ialah sebuah kendaraan untuk menyinggahi permasalahan permasalahan yang terjadi di sekeliling kita Barangkali buku ini ditulis bertahun tahun yang lalu tapi nyatanya ada beberapa isu sosial yang masih relevan dengan apa yang terjadi saat ini Bangsa ini dalam beberapa hal belum banyak berubah ternyata

Seno Gumira Ajidarma à Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Doc

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi Mobi Ë 132 pages Æ Johnscyclingdiary ☆ [Read] ➳ Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi By Seno Gumira Ajidarma – Johns-cycling-diary.co.uk Seorang primadona yang memiliki suara emas sampai sampai para pria sekampung baik tua maupun muda tergoda oleh alunan merNi 19895 “Bayang Bayang Elektra” harian Kompas 25 Juni 19896 “Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh” harian Suara Pembaruan 1989 sebagai Gombal7 “Duduk di Depan Jendela” harian Kompas 10 September 19898 “Kriiiingng” harian Kompas 11 Maret 19909 “Lambada” majalah Mode 199010 “Guru Sufi Lewat” harian Kompas 13 Mei 199011 “Midnight Express” harian Kompas 199012 “Segitiga Emas” harian Suara Pembaruan 199113 “Seorang Wanita di Sebuah Loteng” majalah Mode 199 Dalam buku kumpulan cerpen ini aku justru lebih menyukai cerpen Bayang bayang Elektra dan Kring meskipun Dilarang Mandi Di Kamar Mandi juga bukan berarti saya gak sukaHanya menurutku sih karena gaya penulisannya yang sama akhirnya udah agak terasa bosan ketika membaca cerpen yang kelima dan seterusnyaMungkin baiknya baca kumpulan cerpen kang seno gumira mah harus cek clokIntinya Kang Seno teh pinter kalo harus mengetengahkan sebuah ide cerita yang sederhana sekali di mata orang lain namun bisa mantulin sisi menarik yang gak kepikiran