Wastu Citra kindle ã Paperback ☆ yb mangunwijaya

doc Wastu Citra

Wastu Citra kindle ã Paperback ☆ y.b. mangunwijaya ☆ [Reading] ➽ Wastu Citra ➳ Y.B. Mangunwijaya – Johns-cycling-diary.co.uk YB Mangunwijaya arsitek terkenal sekaligus penulis berkaliber sastrawan budayawan lewat bukunya ini ingin menggumuli hal hal yang lebih dalam dari dunia arsitektural SebagaYak ilustrasi untuk membantu anda menangkap sendi sendi filsafatnya lewat contoh dan latihan praktis Sebuah buku yang sangat bermanfaat bagi arsitek dan calon calonnya serta semua orang yang menunjukan apresiasi tinggi dalam bidang arsitektu Benar maka IndahWaktu kuliah dulu gak sempat baca buku ini Sebegitu terkenalnya buku ini dikalangan arsitek dan aku tak pernah menyentuh apalagi membacanya masa kuliahtapi memang buku ini susah dicari saat itu yaSekarang ada edisi barunya Hasil dokumentasi Erwinthon Napitupulu Alhamdulillah akhirnya bisa juga kumiliki ^^Cuplikan isinya kurang lebih beginiBangunan memang benda mati siapa pula yang bilang benda hidup bisa makan dan tidur?Namun karena bangunan adalah tempat manusiasekali lagi MANUSIA maka bangunan juga dinafasi oleh kehidupan manusia oleh watak dan kecenderungan kecenderungan oleh napsu dan cita citanyaBangunan biar benda mati namun tidak berarti tidak berjiwaTak berbeda dari pakaian rumah mem BAHASA kan diri kita Bab 3 Guna dan Citra Buku ini dekat dengan filsafat estetika Kenapa bangunan harus berbentuk ini ituKarena dekat dengan filsafat dan penuh gambar buku ini dibaca untuk dihayati dinikmati arti arti bentuknya Kupikir pun tak harus arsitek yang membacanya tapi orang2 yang bergelut di kebudayaan dan birokrasi yang sering berakal pendek ituokbersambungke bab 4

Y.B. Mangunwijaya × Wastu Citra book

YB Mangunwijaya arsitek terkenal sekaligus penulis berkaliber sastrawan budayawan lewat bukunya ini ingin menggumuli hal hal yang lebih dalam dari dunia arsitektural Sebagaimana manusia bisa dipandang dari segi fisik maupun dari segi rohani Segelintir arsitek yang berani menulis pandangannya pada arsitektur salah satunya Mangunwijaya Membaca lagi buku ini seperti menimbang nimbang komitmen Mangunwijaya pada soal soal kemanusiaan arsitektur menurut buku ini hanya bagian kecil dari soal yang dia pikirkan karyakan Edisi lama buku ini dicetak pada kertas buram dengan gambar bwMembaca buku ini mudah Saran saya jangan mengikuti tulisan Mangunwijaya yang mbulet berputar2 tp dimulai dengan gambarfoto ilustrasi Garis arsir bentuk ruang massa manusia akan bercerita banyak Saya kagum dengan cara Mangunwijaya memilih ilustrasi Buku ini melangkah jauh dari masanya

text ´ Wastu Citra × Y.B. Mangunwijaya

Wastu CitraBegitu pula bangunan arsitektural dapat dipandang dari dua segi itu Ada segi wastu widya yang menyangkut masalah teknis dan praktis disamping segi wastu citra juga menyangkut hal hal yang lebih dalam lebih rohaniBuku ini diperkaya dengan ban Beberapa hari lalu saya sibuk lagi membaca baca buku ini Entah sudah berapa kali saya membacanya sejak jaman kuliah dulu disekitaran tahun '99 Gaya bahasa yang puitis sepertinya sengaja Romo Mangun pakai pada buku ini untuk mempersilahkan pembaca memperdalam lagi makna kata katanya Tampak sekali kekaguman beliau pada banyak variasi arsitektur di berbagai belahan dunia Yunani Romawi Jepang China Amerika Prancis Ingris Mesir Indonesia dstSayangnya banyak yang salah memahami maksud buku ini Kutipan dalam buku ini sering djadikan pembenaran untuk bertahan pada arsitektur lama dan atau tradisional Padahal buku ini disusun sebenarnya sebagai panduan untuk merancang arsitektur baru yang baik Yang beliau inginkan adalah agar arsitek memahami arsitektur sedalam dalamnya untuk mencari pemecahan yang tepatguna Jadi bukan hanya tenggelam dalam romantika kemasyuran arsitektur lama dan kemudian main aman saja saat merancang Dalam berbagai karyanya beliau tak pernah terkukungkung dalam kulit arsitektur tradisional atau konservatif Buku ini adalah pengingat untuk arsitek agar mencari jawaban permasalahan arsitektur yang sesuai dengan tempat dan waktu Dan agaknya masalah waktu ini yang sering salah dimengerti Waktu untuk leluhur kita beda dengan waktu kita dan konsekwensinya waktu kitapun beda dengan waktu anak cucu kita nanti Silakan anda membaca lagi khususnyabab terakhir buku ini Dan sekarang ketika malpraktek arsitektur oleh orang bukan arsitek masih saja dibiarkan bolehlah arsitek seperti saya bertanya kepada anda sekalian Sudah benarkah pemahaman anda dan saya terhadap Wastu Citra yang sangat hebat ini?